rb88 sports betting download_How to play gambling_Baccarat Guide_Live Baccarat official website_Baccarat Pot

  • 时间:
  • 浏览:0

PBaccarat TBaccarat TBaccarat Tieieieercayalah kita pBaccarat Tieunya potensi diri yanBaccarat Tieg apabila dikelola dengan baik bisa menjadi branding dan dirasakan kebermanfaatannya oleh banyak orang.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Siklus Connectivity

Menghubungkan kompetensi personal ke target audiens. Untuk menciptakan connectivity ini, bisa memanfaatkan media sosial dalam mengenalkan branding diri kita. Menjadi percuma jika kita punya competency namun tidak mampu menciptakan connectivity. Connectivity ini menjadi peta jalan kita untuk berhasil mengembangkan branding diri.

Tidak percaya diri bisa disebabkan karena kita tidak memiliki guideline yang jelas dalam membangun branding diri sehingga kita cendrung membandingkan diri kita dengan orang lain. Ada lima elemen Personal Branding yang dipopulerkan oleh Silih Agung Wasesa yang dapat menjadi guide line kita. Lima elemen ini disebut sebagai Circle-P yaitu:

Percaya diri memang perlu untuk dimiliki, ini menjadi modal awal untuk kita mengembangkan branding diri. Apalagi jika sosial media yang kita jadikan sebagai tempat untuk membranding diri. Bila tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat maka resikonya branding kita tidak akan berkembang.

Lima siklus ini bisa menjadi guideline dalam mengembangkan personal branding. Jadi, kita tidak buta arah lagi apa yang sebetulnya harus dimiliki dan dijalankan ketika sedang membangun branding diri. Tinggal kepercayaan diri kita lagi, mau atau tidak untuk effort dalam proses membangunnya.

Siklus Competency

Cara kita untuk menciptakan beda-autentik antara diri kita dengan orang lain. Kita harus menciptakan perbedaan sehingga dapat menjadi ciri khas yang memudahkan orang lain untuk mengenal dan mengingat kita.

Tren personal branding memang marak ditengah berkembangnya media sosial. Oleh karenanya banyak anak-anak muda yang berlomba-lomba untuk membentuk branding dirinya. Yups termasuk saya, sebagai anak milenial saya tidak mau melewatkan tren ini. Perjalanan menemukan branding diri memang tidak mudah.  Ada dimanika yang harus berhasil dilewati. Perlu pemahaman diri hingga konsistensi.

Siklus Contribution

Dinamika yang sering terjadi adalah kesulitan, stuck, kegagalan dalam membangun Personal Branding. Tidak jarang hal ini malah menimbulkan insecurity karena merasa dirinya tidak memiliki potensi. Perlu diingat setiap orang punya nilainya masing-masing yang dapat dijadikan sebagai reputasi diri. Jangan pernah memaksakan untuk sama seperti orang lain jika sebetulnya bidang kita tidak disitu. Maka dari itu perlu untuk kita memahami apa yang sebetulnya kita senangi dan apa yang kita kuasai.

Siklus Creativity

Kemampuan diri dalam menciptakan suatu kreativitas sebagai bentuk sustainability reputasi yang dibangun. Ibaratanya kreativitas ini adalah bahan bakar yang tetap dapat menghidupkan branding diri. Dalam hal membangun personal branding, tingkat kreativitas perlu untuk dikembangkan. Kreativitas yang tinggi dapat membuat kita menjadi unggul dibidang yang digeluti.

Siklus Compliance

Nilai-nilai dasar yang menjadi intergritas dalam mengembangkan personal branding seperti kejujuran dan keterbukaan.

Perhatian kita terhadap persoalan-persoalan yang tengah terjadi baik itu dalam isu sosial, budaya, politik maupun ekonomi. Dalam hal ini yang dilihat bukan hanya tentang seberapa banyak kontribusi kita terhadap permasalahan tersebut namun bagaimana membuat audiens mengetahui kontribusi apa yang sudah kita berikan.